METODE
ILMU PENGETAHUAN
METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau
proses ilmiah (bahasa Inggris: scientic method) merupakan proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur metode ilmiah
1.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan
empat langkah berikut:
3.
Hipotesis (penjelasan
teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
METODE ABDUKSI
Menurut C.S.
Peirce, abduksi adalah proses yang terjadi dalam pikiran ilmuwan. Awal mulanya
Peirce memandang abduksi terdiri dari tiga proposisi yaitu: proposisi tentang
hokum (rule), tentang suatu kasus (case) dan proposisi tentang kesimpulan
(result). Ketiga hal itu dibentuk dalam suatu silogisme hipotesis yang terdiri
dari premis mayor, minor dan kesimpulan. Pada perkembangannya, Peirce sadar
bahwa abduksi merupakan tahap pertama dari penelitian ilmiah. Secara formal,
abduksi sebenarnya suatu bentuk silogisme yang bertolak dari fakta. Dari fakta
tersebut lalu dirumuskan sebuah hipotesis untuk menjelaskan fakta tersebut.
Terdapat dua ciri abduksi, yaitu:
1. Abduksi
menawarkan suatu hipotesis yang memberikan eksplanasi yang probable. Kebenaran
hipotesis masih harus dibuktikan melalui proses verifikasi.
2. Hipotesis
dapat memberikan eksplanasi terhadap fakta-fakta lain yang belum dijelaskan dan
bahkan tidak dapat diobservasi secara langsung. Contoh teori Kopernikus tentang
heliosentrisme.
Kesimpulannya bahwa abduksi hanya
menghasilkan hipotesis sebagai penjelasan sementara. Hipotesis yang coba
ditawarkan melalui abduksi tidak lebih dari suatu vague ideas, yang masih harus
dibuktikan melalui induksi dan deduksi.
METODE DEDUKSI
Proses deduksi adalah proses menarik prediksi-prediksi dari suatu hipotesis. Dengan kata lain, deduksi adalah usaha untuk menyingkapkan konsekuensi-konsekuensi eksperiensial dari hipotesis eksplanatoris. Tugasnya adalah mengeksplikasi hipotesis dengan cara menarik konsekuensi eksperiensial dari suatu hipotesis. Dalam proses memikirkan prediksi dari hipotesis, seorang ilmuwan dapat berkonsentrasi hanya pada makna generalitas predikat dari hipotesis. Proses ini membuat hipotesis menjadi semakin lama makin jelas dan mudah dipahami. Proses deduktif dalam penelitian ilmiah harus berhenti dengan prediksi dalam bentuk jika-maka. Ini berarti hasil dari pengujian tidak atau belum diketahui. Metode deduksi adalah metode yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduksi yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduksi sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).
Proses deduksi adalah proses menarik prediksi-prediksi dari suatu hipotesis. Dengan kata lain, deduksi adalah usaha untuk menyingkapkan konsekuensi-konsekuensi eksperiensial dari hipotesis eksplanatoris. Tugasnya adalah mengeksplikasi hipotesis dengan cara menarik konsekuensi eksperiensial dari suatu hipotesis. Dalam proses memikirkan prediksi dari hipotesis, seorang ilmuwan dapat berkonsentrasi hanya pada makna generalitas predikat dari hipotesis. Proses ini membuat hipotesis menjadi semakin lama makin jelas dan mudah dipahami. Proses deduktif dalam penelitian ilmiah harus berhenti dengan prediksi dalam bentuk jika-maka. Ini berarti hasil dari pengujian tidak atau belum diketahui. Metode deduksi adalah metode yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduksi yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduksi sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).
METODE INDUKSI
Pendekatan induksi menekanan pada
pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.
Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari
khusus menjadi umum. Metode induksi ini banyak digunakan oleh ilmu pengetahaun,
utamanya ilmu pengetahuan alam, yang dijalankan dengan cara observasi dan
eksperimentasi. Jadi metode ini berdasarkan kepada fakta – fakta yang dapat
diuji kebenarannya.
HUKUM DAN TEORI ILMIAH
Teori ilmiah merupakan sebuah
kumpulan pernyataan yang saling berhubungan dan didukung dengan baik, yang
menjelaskan berbagai pengamatan dan dapat digunakan untuk membuat prediksi yang
dapat diuji.
Teori ilmiah menjelaskan
suatu kerangka koheren yang sesuai dengan data-data pengamatan.
Definisi ilmiah kata “teori” berbeda dengan pengertian kata ini
secara umum. Secara umum, “teori” dapat berarti sebuah konjektur, opini atau
spekulasi yang tidak mempunyai dasar-dasar fakta maupun dapat membuat prediksi
yang dapat diuji kebenarannya. Dalam ilmu pengetahuan,
pengertian teori lebih kaku, yakni : teori haruslah
didasarkan pada fakta-fakta yang terpantau dan dapat membuat prediksi yang
dapat diuji.
Hukum ilmiah biasanya adalah
suatu pernyataan didalam dunia ilmu pengetahuan yang berupa hipotesis yang
sebelumnya telah didukung oleh percobaan-percobaan dan menyangkut teori-teori
sebelumnya yang dapat mendukung teori dan hukum tersebut
Dalam
sejarahnya, hukum ilmiah dapat diilhami berdasarkan suatu
percobaan secara ilmiah, ada juga hukum tersebut dibuat atas
dasar pemikiran yang kritis atau dengan suatu keadaan coba-coba bahkan ketidak
sengajaan.