Selasa, 11 November 2014

METODE ILMU PENGETAHUAN
            METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientic method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur metode ilmiah
1.      Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
2.      Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
3.      Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
4.      Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)

METODE ABDUKSI
Menurut C.S. Peirce, abduksi adalah proses yang terjadi dalam pikiran ilmuwan. Awal mulanya Peirce memandang abduksi terdiri dari tiga proposisi yaitu: proposisi tentang hokum (rule), tentang suatu kasus (case) dan proposisi tentang kesimpulan (result). Ketiga hal itu dibentuk dalam suatu silogisme hipotesis yang terdiri dari premis mayor, minor dan kesimpulan. Pada perkembangannya, Peirce sadar bahwa abduksi merupakan tahap pertama dari penelitian ilmiah. Secara formal, abduksi sebenarnya suatu bentuk silogisme yang bertolak dari fakta. Dari fakta tersebut lalu dirumuskan sebuah hipotesis untuk menjelaskan fakta tersebut. Terdapat dua ciri abduksi, yaitu:
1.      Abduksi menawarkan suatu hipotesis yang memberikan eksplanasi yang probable. Kebenaran hipotesis masih harus dibuktikan melalui proses verifikasi.
2.      Hipotesis dapat memberikan eksplanasi terhadap fakta-fakta lain yang belum dijelaskan dan bahkan tidak dapat diobservasi secara langsung. Contoh teori Kopernikus tentang heliosentrisme.
Kesimpulannya bahwa abduksi hanya menghasilkan hipotesis sebagai penjelasan sementara. Hipotesis yang coba ditawarkan melalui abduksi tidak lebih dari suatu vague ideas, yang masih harus dibuktikan melalui induksi dan deduksi.

METODE DEDUKSI
Proses deduksi adalah proses menarik prediksi-prediksi dari suatu hipotesis. Dengan kata lain, deduksi adalah usaha untuk menyingkapkan konsekuensi-konsekuensi eksperiensial dari hipotesis eksplanatoris. Tugasnya adalah mengeksplikasi hipotesis dengan cara menarik konsekuensi eksperiensial dari suatu hipotesis. Dalam proses memikirkan prediksi dari hipotesis, seorang ilmuwan dapat berkonsentrasi hanya pada makna generalitas predikat dari hipotesis. Proses ini membuat hipotesis menjadi semakin lama makin jelas dan mudah dipahami. Proses deduktif dalam penelitian ilmiah harus berhenti dengan prediksi dalam bentuk jika-maka. Ini berarti hasil dari pengujian tidak atau belum diketahui. Metode deduksi adalah metode yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduksi yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduksi sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).

METODE INDUKSI
Pendekatan induksi menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Metode induksi ini banyak digunakan oleh ilmu pengetahaun, utamanya ilmu pengetahuan alam, yang dijalankan dengan cara observasi dan eksperimentasi. Jadi metode ini berdasarkan kepada fakta – fakta yang dapat diuji kebenarannya.

HUKUM DAN TEORI ILMIAH
Teori ilmiah merupakan sebuah kumpulan pernyataan yang saling berhubungan dan didukung dengan baik, yang menjelaskan berbagai pengamatan dan dapat digunakan untuk membuat prediksi yang dapat diuji.
Teori ilmiah menjelaskan suatu kerangka koheren yang sesuai dengan data-data pengamatan. Definisi ilmiah kata “teori” berbeda dengan pengertian kata ini secara umum. Secara umum, “teori” dapat berarti sebuah konjektur, opini atau spekulasi yang tidak mempunyai dasar-dasar fakta maupun dapat membuat prediksi yang dapat diuji kebenarannya. Dalam ilmu pengetahuan, pengertian teori lebih kaku, yakni : teori haruslah didasarkan pada fakta-fakta yang terpantau dan dapat membuat prediksi yang dapat diuji.
Hukum ilmiah biasanya adalah suatu pernyataan didalam dunia ilmu pengetahuan yang berupa hipotesis yang sebelumnya telah didukung oleh percobaan-percobaan dan menyangkut teori-teori sebelumnya yang dapat mendukung teori dan hukum tersebut
Dalam sejarahnya, hukum ilmiah dapat diilhami berdasarkan suatu percobaan secara ilmiah, ada juga hukum tersebut dibuat atas dasar pemikiran yang kritis atau dengan suatu keadaan coba-coba bahkan ketidak sengajaan.